Bapak Mineralogi Dunia


Pada 1556, 64 tahun setelah Columbus menemukan daratan yang disebutnya New World, sebuah buku dipublikasikan dari wilayah pertambangan di selatan Leipzig, Jerman. Ditulis dalam bahasa latin buku itu bertajuk: De Re Metalicca (Sifat-sifat Alami Metal).

Buku yang terbagi dalam 12 bab itu isinya membahas soal kandungan bijih besi, tambang, metode penambangan beserta alat-alat perlengkapannya, peleburan, kadar logam, tembaga, perak, timah, merkuri, dan antimoni. Memakai ilustrasi buku itu juga mengupas tentang emas, bismut, metal, dan seng.

Penulisnya, seorang dokter asal Jerman Georg Bauer lebih dikenal sebagai Georgius Agricola. Karya yang maha hebat itu mendunia setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Buku itu pun terkenal dikalangan insinyur pertambangan.

Tak heran bila Agricola pun dinobati sebagai penggagas ilmu geologi. Dia menyumbang studi lanjutan sistematik yang berkaitan dengan bumi, bebatuan yang terkandung di dalamnya, mineral, dan fosil. Menyumbang pengetahuan dasar tentang ilmu geologi pertambangan dan metalurgi, mineralogi, geologi struktur, dan palaentologi.

Lahir di Glauchau, Jerman Selatan, Agricola belajar sastra Yunani dan Latin di Leipzig University. Pada 1522, dia belajar ilmu pengobatan. Pertama di Leipzig dan kemudian melanjutkan ke Bologna dan Padua, Italia. Setelah meraih gelar dokter pada 1526. Setahun kemudian ia membuka praktik di Joachimsthal.

Rupanya, Agricola tak pernah benar-benar tertarik dengan profesinya sebagai dokter. Kehidupan di Joachimsthal yang dikenal sebagai pusat pertambangan—khususnya perak— waktu itu telah meracuninya. Agricola lantas banting stir dengan mempelajari pertambangan dan geologi.

Kali ini Agricola benar-benar serius. Tak hanya belajar dia juga melakukan pengamatan lapangan. Dan bukan hanya bebatuan dan mineral saja yang dipelajarinya. Tapi juga setiap aspek teknologi pertambangan. Pindah ke Chemnitz, 1536 yang juga merupakan kota pusat pertambangan.

Di sanalah Agricola menulis bukunya yang termashyur itu: De Re Metallica yang rampung ditulisnya pada 1555. Tak lama kemudian di tahun yang sama Agricola wafat. Buku itupun lantas dipublikasikan tanpa disaksikan olehnya, 1556.

Sebelumnya, 1546, Agricola sempat menulis sebuah buku bertajuk De Ortu et Causis Subterraneorum. Isinya menjelaskan bahwa angin dan dan air merupakan unsur geologi yang dahsyat. Contohnya gempa bumi dan meletusnya gunung berapi akibat uap air di bawah tanah dan gas karena pemanasan di dalam bumi.

 

%d blogger menyukai ini: