Kesadaran Soal Waktu


From: http://rovicky.wordpress.com/

Kesadaran manusia untuk bersejarah juga sebenernya belum lama kalo kita runut balik. Waktu sebagai dimensi ke empat juga belum lama kita sadari looh ….

Tulisan dibawah sebelum ini merupakan salah satu kemungkinan bagaimana kalau aku berjalan mengikuti garis waktu, kembali ke masa lalu … limabelas juta tahun yang lalu🙂

Apa iya time travel itu bisa ?

Kesadaran dan penggambaran 3 dimensi.

egypt.jpgManusia jaman dahulu tidak dapat menggambarkan tiga dimensi … percaya ndak … cubak saja kalo dilihat di peninggalan-peninggalan “early painting” di Ustrali hingga relief di Pyramid Mesir … semua digambarkan miring alias dari samping. Begitu repotnya mereka membuat gambar tiga dimensi, begitu sulitnya menggambar manusia dengan dua tangan “dari samping” … Saya melihat gejala ini sebagai kesadaran atau penggambaran ruang pun belum lama kita dapatkan. Selain itu masih ada looh yang percaya bumi ini datar atau dikenal dengan “flat earth“

Source FlickrDi ngIndonesia ini anda akan dengan mudah melihat pada candi-candi yang menggambarkan dalam 2 dimensi. Walaupun beberapa relief candi ada yang sedikit menggambarkan manusia dari samping dengan mata terlihat dua, disebalah ini relief candi Borobudur yang menggambarkan sedikit diatas dua dimensi. Wayang kulit juga satu matanya (makanya ada sitilah semata wayang ) …. Namun faktor jarak jauh dan deket susah sekali menggambarkannya dalam bidang 2 dimensi (kertas, kulit atau relief) …. kuncinya “Persepective” atau cara pandang.

da-vinci-last-supper-line.jpgLukisan atau penggambaran perspective yang sangat terkenal adalah “The Last supper“-nya Leonardo da Vinci (1498). Da Vinci yang ini memang hebatt, yang dengan piawainya menggambarkan perspective ruang ini. Barulah kemudian Descartes (1596-1650) memunculkan geometri dengan cartesian coordinate (koordinat kartesian) dengan sumbu x,y dan z. Namun ada yang menyatakan Nicole Oresme (1323-1382) yang lebih dulu menggambarkan koordinat geometri, seratus tahun sebelum Da Vincy menggambar the Last Supper.

Kesadaran dimensi ke 4 (Sang Kala)

Einstein (1879 – 1955) dengan early quantum physicsnya hanya menyatakan relativitas pengamat dalam arti posisi namun ini juga mencetuskan sedikit kesadaran akan waktu karena dia banyak menyinggung soal waktu dan banyak pertanyaan tentang “time travel” sejak saat itu… Juga Charles Darwin (1809-1882)dengan evolusi darwiniannya juga membuka mata adanya “perubahan” memberi andil juga dalam kesadaran soal waktu .. karena melihat perubahan itu adalah melihat dalam garis waktu ….

Padahal 1500 tahun yang lalu Aurelius Augustine (354-430) sudah bertanya-tanya soal waktu ini apakah itu “past present and future” ? dan ndak terjawab sampai 1500 tahun !

Kemudian perkembangan fisika moderen saat ini menyinggung abis soal waktu ini aku ndak tahu persisnya siapa yang memulai …

Namun aku lebih suka dengan Stephen Hawking yang dengan piawainya menuliskan “Brief History of Time”, Dalam buku ini Hawking menceriterakan soal waktu. Bagaimana dengan waktu paralel, cone waktu … hingga dia sendiri masih mempunyai tiga anak panah sang waktu :Hawking Time

* Psychological arrow (kenapa kita ingat ‘kemaren’ tapi ngga tau ‘besok’ ?)
* Thermodynamic arrow (ini sakjannya menyinggung non zero sum, semua membesar)
* Cosmologic arrow

Nah jadi kesadaran akan dimensi waktupun belum lama dikenal dengan baik oleh manungsa …. itulah sebabnya aku sekarang meragukan, eh mau menggugat kalo boleh … ya kalo masih ndak boleh ya mempertanyakan saja lah …. karena sejatinya teori-teori sejarah yang notabene berpikir tentang masa lalu lalu itu muncul sebelum kesadaran akan waktu seperti sadarnya saat ini ….

Sudah semestinya pendapat-pendapat tentang masalalu harus dilihat dengan pandangan saat ini, banyak istilah khusus tentang hal ini. Ada yang menyebutkan membumikan sejarah, menerjemahkan bahasa dewa atau bisa juga reinterpretasi masalalu. Dengan demikian sejarah bukanlah harga mati dan statis, sejarah haruslah dinamis dan dipandang sesuai dengan jamannya masing-masing.

%d blogger menyukai ini: