Pengaruh Zeolit Terhadap Media Tanam


Oleh: Lenny Marilyn Estiaty

Pendahuluan

Mineral zeolit merupakan mineral yang istimewa karena struktur kristalnya sangat unik sehingga mempunyai sifat sebagai penyerap, pemisah dan katalisator (1) , karena keistimewaan ini maka mineral ini dapat digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang luas seperti pertanian, peternakan dan industri. Dalam bidang pertanian salah satu sifat zeolit yang dipakai antara lain sebagai penyerap, penukar kation dan pembenah tanah. Dalam tulisan ini akan dilihat sejauh mana zeolit akan memperbaiki kondisi tanah yang akan kita pergunakan sebagai media tanam. Disini tanah Latosol dipergunakan sebagai media tanam untuk menanam tanaman kangkung darat.


Metoda

Preparasi Zeolit Cikancra Tasikmalaya (Pemecahan, penggerusan dan penyaringan), Analisis kimia dan fisik tanah latosol, Pembuatan media tanam (tanah latosol dicampur dengan zeolit dengan variabel konsentrasi zeolit ), analisis kimia dan fisik dari media tanam setelah dipergunakan oleh tanaman dengan AAS, volumetri, gravimetri dan kapasitas tukar kation. .

Hasil dan Diskusi

Berdasarkan kriteria penilaian sifat kimia tanah (3) Latosol Darmaga mempunyai pH sangat masam (4.44), KTK tanah termasuk rendah, kejenuhan basa sangat rendah, C organik sedang, N total sangat rendah dan kejenuhan alumunium tinggi (Tabel 1.). Secara keseluruhan tanah ini mempunyai tingkat kesuburan rendah. Tanaman kangkung darat dapat tumbuh baik pada tanah yang gembur dan subur (2). Agar tanaman kangkung darat tersebut dapat tumbuh baik pada tanah Latosol maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan kesuburan tanah. Usaha yang perlu dilakukan antara lain dengan penambahan bahan amelioran seperti zeolit. Penambahan zeolit dapat meningkatkan jumlah unsur K, Ca, Mg dan Na serta meningkatkan KTK tanah

Tabel 1. Sifat Fisik dan Kimia Media Tanam Latosol Darmaga

Tabel 1. Sifat Fisik dan Kimia Media Tanam Latosol Darmaga

Tabel 2. Hasil Analisis Sifat Fisik dan Kimia Media Tanam Untuk Setiap Perlakuan Setelah Panen

Tabel 2. Hasil Analisis Sifat Fisik dan Kimia Media Tanam Untuk Setiap Perlakuan Setelah Panen

Ket :
K1: Pupuk Kandang Sapi, K2: Pupuk Kandang Ayam
D1: 0 ton/ha zeolit ( 0 gr/pot), D2: 2 ton/ha zeolit (3gr/pot), D3: 5 ton/ha zeolit (7.5gr/pot) ,
D4: 10 ton/ha zeolit (15gr/pot),D5: 20 ton/ha zeolit (30gr/pot),D6: 40 ton/ha zeolit (60gr/pot)
D7: 60 ton/ha zeolit (90gr/pot)

Analisis tanah dari media tanam setelah panen menunjukkan bahwa zeolit meningkatkan jumlah basa- basa K, Na, Ca, dan Mg serta meningkatkan KTK tanah. Walaupun unsur-unsur dari media tanam tersebut telah dipakai oleh tanaman selama pertumbuhannya, tetapi kadar unsur-unsur tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan unsur-unsur yang terkandung dalam media tanam asalnya yaitu tanah Latosol . Kandungan unsur-unsur tersebut meningkat seiring dengan meningkatnya dosis zeolit yang ditambahkan. Peningkatan basa- basa yang diikuti peningkatan KTK tanah tidak berpengaruh terhadap kejenuhan basa. Zeolit tidak meningkatkan pH tanah, lihat pH tanah pada K1D1 dan K2D1 (Tabel 2) pH tanah berkisar 6, media tanam ini adalah media tanpa zeolit (kontrol) dan tidak berbeda dengan pH tanah yang ditambah zeolit. Kandungan unsur K, Na, Ca dan Mg pada media tanam terjadi karena kation-kation dalam zeolit didorong keluar oleh H+ dan kation tersebut dilepaskan ke dalam larutan tanah yang dapat menyebabkan adanya suplai basa-basa.

Selain itu zeolit mengandung unsur-unsur hara makro dan mikro yang dapat disumbangkan ke dalam tanah. Selain itu, penambahan zeolit dapat memperbaiki agregasi tanah sehingga meningkatkan pori-pori udara tanah yang berakibat merangsang pertumbuhan akar tanaman.

Luas permukaan akar tanaman menjadi bertambah yang berakibat meningkatnya jumlah unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman (4).

Kesimpulan

Penambahan zeolit pada media tanam akan meningkatkan jumlah basa-basa K, Na, Ca dan Mg serta meningkatkan KTK tanah , walaupun media tanam tersebut sudah dipakai oleh tanaman selama masa pertumbuhannya. Zeolit tidak meningkatkan pH tanah.

Daftar Pustaka

1. Barrer, R.M. (1978) Zeolites and Clay Minerals as Sorbents and Moleculer Sieves. Academic Press. London.
2. Nazaruddin. 1983. Budidaya dan Pengaturan Panen Sayuran Dataran Rendah. Jakarta: Penebar Swadaya.
3. [PPT] Pusat Penelitian Tanah. 1983. Kriteria Sifat Kimia Tanah. Bogor: Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
4. Soepardi G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
5. Sarief, E. S. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung.
6. Suwardi, et al.(1994). The quality of Natural Zeolites from japan and Indonesia and Their Application Effects for Soil Amendment. Jour. Agri. Sci. Tokyo Nogyo Daigaku, 39 (3), 133-148

<!–

–>


Copyright © 2006 – 2008 Research Center for Geotechnology

%d blogger menyukai ini: